Archive for April 23rd, 2012

Pose ABG yang Menggoda

sumber

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - April 23, 2012 at 10:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , ,

Wah! Calon Hakim Agung Pernah Menyuap Polisi

Suasana seleksi hakim agung (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta Seleksi calon Hakim Agung yang di gelar Komisi Yudisial (KY) hari ini dengan agenda wawancara. Dari sekian banyak calon Hakim Agung tersebut terungkaplah bahwa salah satu calon Hakim Agung pernah melakukan penyuapan.

Didalam acara tersebut yang di hadiri 9 panelis, 7 diantaranya komisioner KY yaitu Suparman Mardzuki. Dalam acara tersebut beliau berkata kepada calon Hakim Agung, salah satu syarat jadi HA tidak melakukan perbuatan tercela, ibu pernah melakukan perbuatan tercela?suap sogokan?

“Ya itu kenyatan, saya pernah suap polantas,” kata Johanna Lucia Usmany, saat wawancara terbuka di KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012).

Lebih lanjut komisioner tersebut mengatakan, berati saya bisa suap ibu donk, itu terserah penilaian ibu. Tidak hanya menyuap calon Hakim Agung ini pun juga pernah memvonis hukuman mati kepada terdakwa kasus narkoba pada tahun 2002 dan itu juga merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya.

“Saya ini salah satu hakim yang memutus hukuman mati artinya hukuman yang terberat, itu vonis di Tangerang dengan 16 orang hakim yang diberikan penghargaan oleh granat 15 laki-laki 1 orang perempuan.,” lanjut dia

Lebih lanjut Pengadilan Tinggi Surabaya ini mengatakan terdakwa yang berstatus sebagai warga negara Nigeria tersebut di hukum mati akibat membawa heroin.

“Terdakwa seorang warga negara nigeria. Kami memutus hukuman mati. Dia membawa heroin didalam perutnya dalam bentuk kapsul.seberat 3,8 kg yang pada waktu itu bernilai 3,8 Miliar,” tutup dia

(asp/fjp)

sumber

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info -  at 8:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , , , , ,

Celana Dalam Selingkuhan Istri Tertinggal, Suami Lapor Polisi

Ada suami istri di Lampung berebut celana di dalam kamar. Bukan celana Jasman, 48, selaku suami, bukan pula punya Titik, 36 selaku istri; tetapi celana oknum polisi Bripda Hadi, 35, yang jadi selingkuhan nyonya rumah. Nah, berkat KTP dan kartu anggota polisi yang tersimpan dalam dompet, akhirnya terkuaklah skandal asmara istri Jasman selama ini.

Tanda-tanda perselingkuhan Titik sebetulnya sudah lama tercium, yakni ketika rumahtangga warga Telukbetung Utara, Bandar Lampung, ini selalu dilanda cekcok dalam keseharian. Masalah ekonomi, sepertinya bukan, karena Jasman sebagai PNS bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Hanya beberapa kali terlepas omelan Titik dalam pertikaian itu, di mana nadanya sangat meremehkan kemampuan suami. “Sampeyan kan jauh lebih muda, tapi kenapa nggak bisa rosa-rosa macam Mbah Maridjan dari Gunung Merapi itu?” begitu kata Titik.

Istri Jasman ini sebetulnya sudah lama menyimpan “bom waktu” dalam rumahtangganya. Ketika hendak dinikahi mas PNS tersebut 13 tahun lalu, keluarganya sudah mengingatkan, kenapa Titik yang berusia 23 tahun kala itu, mau bersuami dengan bujang lapuk macam Jasman yang kala itu sudah berusia 35 tahun? Paling ideal selisih usia perkawinan itu adalah sekitar 5-8 tahun. Dalam jangka pendek memang tak terasa akibatnya. Tapi sekian tahun kemudian ketika suami sudah digerogoti umur, pastilah Titik akan nyaho (tahu rasa) sendiri.

Kala itu Titik tak begitu paham akan “warning” keluarganya. Dan sekarang dia baru merasakannya, ketika Jasman sebagai suami tak lagi rajin menjalankan “sunah rosul” dengan alasan capek dan sibuk. Jika Titik kemudian memintanya dengan setengah memaksa, pelayanan Jasman asal-asalan dan sangat tidak memuaskan. Ibarat membaca buku, baru sampai bab satu, sang suami sudah KO. Bahkan sering pula, baru sampai kata pengantar penerbit Jasman telah menyerah. “Maklum mah, aku sudah tua..,” kata Jasman mencoba minta pengertian istrinya.

Agaknya inilah “bom waktu” itu. Di saat kondisi Titik sebagai istri dalam beban puncak, Jasman selaku suami tak bisa mengimbangi lagi lantaran usia. Karena itu pula, soal “mbah Marijan yang rosa-rosa” itu sering diangkat ke permukaaan setiap mereka ribut. Dampak lainnya, bila Jasman kemudian lebih tenggelam dalam pekerjaan, Titik mencoba menyelesaikannya dengan caranya sendiri. Bukan memberikan Irex atau Viagra buat suami, tapi justru mencari tokoh alternatip yang bisa memberikan kepuasan batinnya. Jadi ibarat Partai Golkar dewasa ini, karena Ketua Umum Jusuf Kalla kurang nilai jualnya, terpaksa mengagendakan Sri Sultan HB X dalam pilpres 2009 mendatang.

Hadi, seorang oknum polisi di kota itu, ternyata yang kemudian dipilihnya menjadi tokoh alternatip. Orangnya memang masih sangat muda dan enerjik, sehingga dia mampu mengimbangi permainan yang digelar Titik. Ibarat bola di lapangan hijau, tendangan Bripda Hadi sangat akurat. Dan setiap kena tendangan “dua belas pas” oknum polisi tersebut, pastilah Titik jadi merem melek dibuatnya. Karenanya, jika situasinya sangat aman secara mantap terkendali, Hadi pastilah mampir ke rumah Titik, dan kemudian terjadilah “tos-tosan” itu.

Klimaks perselingkuhan tersebut terjadi beberapa hari lalu. Sepulang dinas luar kota tengah malam, Jasman mendapati kamar pribadinya dalam kondisi terkunci. Dia berusaha menyeruak masuk, tapi selalu dicegah bininya. Sewaktu dia nekad nyeplos ke dalam, dia melihat bayangan seorang lelaki loncat jendela. Sebuah celana panjang yang jelas bukan miliknya, kemudian menjadi arena rebutan antara suami istri. Tapi Jasman berhasil menguasai dan menggeledah isinya. Di situlah terungkap semuanya. Ternyata lelaki yang jadi tokoh alternatif Titik tersebut adalah Bripda Hadi, seorang oknum polisi. Jasman pun segera melapor ke Provost Bandar Lampung.

sumber

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info -  at 2:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , , , , , , ,

Kronologi Pertikaian Anggota Brimob dan Kostrad di Gorontalo

Kronologi Pertikaian Anggota Brimob dan Kostrad di Gorontalo

Jakarta Pertikaian terjadi antara anggota Brimob dan prajurit Kostrad dari Yonif 221/Mtl (Motilango), di daerah Gorontalo. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan keributan yang menyebabkan berapa anggota Kostrad mengalami luka tembak peluru karet ini.

Berikut ini kronologi pertikaian antara anggota Brimob dan anggota Kostrad menurut Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Taufiq, yang dituturkan pada detikcom, Minggu (24/4/2012):

Sabtu, (21/4/2012) pukul 23.00 Wita

Anggota Brimob yang sedang patroli melintas di depan kantor PU Limboto. Mereka dilempari botol dan batu oleh sekelompok orang. Akibatnya ada dua orang anggota Brimob yaitu Briptu Sarifudin dan Briptu Asrul terluka di bagian kepala akibat lemparan itu.

Karena ada yang mengalami luka-luka, akhirnya patroli kembali Polres Limboto. Beberapa anggota Brimob mengantar dua anggota yang terluka ke RS Dunda Limboto. Namun mereka sempat dikejar-kejar. Karena dikejar akhirnya mereka kembali ke markas polisi.

Minggu, (22/4/2012), pukul 01.00 Wita

Anggota Brimob kemudian mendatangi lokasi pelemparan dan melakukan pemeriksaan dan razia di lokasi itu. Saat pemeriksaan, diamankan dua orang anggota Kostrad yaitu Serda Sanro dan Prada Atikurahman.
Sedangkan anggota (Kostrad) yang lain hendak menabrak anggota Brimob yang melakukan razia dengan menggunakan motor.

Anggota Brimob kemudian melepaskan tembakan peluru karet. Akibatnya ada 4 orang anggota Kostrad yang terluka mereka adalah Prada Apriyadi yang terluka di punggung, Prada Firman terluka di tangan, Prada Yanris terluka di mata kaki kakan, Prada Tiflis terluka di paha.

Anggota Kostrad yang terluka dibawa RS Dunda Limboto, sedang yang diamankan diserahkan ke polisi militer (Pom) TNI AD.

Minggu Siang

Situasi Gorontalo kondusif, pemimpin Satuan Brimob dan Komandan Batalyon sedang berkoordinasi.

(nal/nrl)

sumber

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info -  at 1:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , , , , ,

Curi Nasi, Siswa Kerjakan UN di Kantor Polisi

Curi Nasi, Siswa Kerjakan UN di Kantor Polisi

Satu siswa SMPN I Purwosari, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, melaksanakan Ujian Nasional (UN) di salah satu ruangan Mapolres, Senin (23/4). Hal itu terpaksa dilakukan setelah siswa berinisial Mmt itu terlibat kasus pencurian nasi di sebuah warung.

“Semoga saya bisa mengerjakan soal UN, sebab selama di tahanan saya juga belajar,” kata siswa SMPN I Purwosari, Mmt, sebelum masuk ruangan Tahanan dan Bukti (Tahti) di Mapolres Bojonegoro.

Ia mengaku, setelah pindah dari tahanan Mapolsek ke Mapolres, mendapatkan kiriman buku pelajaran yang akan diujikan di dalam UN, dari orang tuanya. “Ibu yang mengirim buku pelajaran kesini,” ungkap dia.

Dengan mengenakan celana selutut warna abu-abu dan berkaos hitam, Mmt yang tanpa alas kaki tersebut, keluar dari ruang tahanan, dengan dikawal petugas dan masuk ke sebuah ruangan di Mapolres. Ia mulai mengerjakan soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia, pukul 08.30 WIB.

“Jadwal dalam mengerjakan soal tetap dua jam,” kata Pengawas UN di Mapolres, Nur Aslih.

Sebelum itu, Nur Aslih, dengan didampingi petugas Kepolisian Resor (Polres), Bojonegoro, Aitu Djoko Pamudji, mengambil naskah UN di SMPN 2 Bojonegoro. Menurut Kepala SMPN 2 Bojonegoro, Ali Fatikin, soal UN untuk, siswa SMPN I Purwosari itu, menunggu rampungnya pembagian soal UN di SMPN 2.

“Soalnya UN untuk siswa SMP I Purwosari di Mapolres, sebelumnya memang sudah kita persiapkan. Hanya pembagiannya memang paling akhir,” katanya menjelaskan.

Mmt, dengan adiknya yang masih kelas IV SDN, Tf, asal Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, menjadi tahanan di Mapolsek Purwosari, dengan tuduhan telah mencuri nasi di sebuah warung di depan rumahnya, pada 28 Maret. Ketika itu, pemilik warung yang juga masih tetangga satu desa dengan Mmt, mendengar suara sendok jatuh di warungnya dan setelah diteliti, ada Mmt dan Tf yang sedang makan nasi. Kejadian itu, akhirnya dilaporkan ke polisi dan setelah menjalani tahanan di Mapolsek Purwosari, akhirnya Mmt dan Tf, dipindah ke Mapolres.

Berdasarkan data di Diknas Bojonegoro, di dalam UN SMP sederajat di daerah setempat, tercatat juga ada tujuh siswa tunarunggu yang melaksanakan UN. Satu siswa di Yayasan Putra Harapan di Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota, lainnya di Yayasan Widya Bakti Kecamatan Kapas dan Yayasan PKK Kecamatan Sumberrejo, masing-masing tiga siswa.

Menurut Kepala Sekolah Yayasan Putra Harapan SMPLB, Supri, pengawas UN, tidak ada kesulitan yang berarti dalam menjelaskan pelaksanaan UN kepada siswanya. Dalam menjelaskan tata tertib, selain siswa mendapatkan petunjuk secara langsung, juga melalui bahasa isyarat.

Dalam UN di Bojonegoro tahun ini, SMP terbagi menjadi 16 sub rayon yang membawahi 75 lembaga penyelenggara UN, dengan jumlah peserta UN sebanyak 12.197 siswa. Sementara itu, Mts, terbagi menjadi lima sub rayon yang membawahi 62 lembaga penyelenggara, dengan jumlah peserta UN sebanyak 6.574 siswa.

sumber

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info -  at 12:52 pm

Categories: Uncategorized   Tags:

Next Page »