pecinta sedekah

Titik Terendah

Ada sebuah materi paling berkesan yang saya dapatkan dari mentor saya Ippho Santosa. Dalam sebuah kesempatan dia menceritakan langsung kepada saya tentang “Titik Terendah”

Anda sedang berada di titik terendah?
- Gagal
- Bankrut
- Sakit
- Teraniaya
- Ditipu
- Ditinggalkan

Selain introspeksi, baiknya Anda juga bersyukur. Betul sekali, bersyukur. Lho kok bisa? Karena saat Anda sedang berada di titik terendah, sebenarnya pada masa yang sama Anda juga berada di titik tertinggi. Di mana kemungkinan besar Anda sedang mesra-mesranya dengan Allah, Zat Yang Maha Tinggi. Ini menurut Ippho Santosa dan sahabatnya, Muhammad Rofiq. Tidak percaya? Coba deh perhatikan fenomena-fenomena berikut ini:
- Ka’bah
- Sujud
- Tawadhu (rendah hati)
- Berdoa dan berzikir dengan suara rendah
- Teraniaya
- Masa-masa sulit

Apa persamaannya? Ternyata semuanya berada di titik terendah!
- Bukankah Ka’bah –bangunan yang paling mulia di muka bumi ini– berada di lembah?
- Bukankah ketika manusia sedang bersujud, sedang tawadhu, sedang berdoa dan berzikir dengan suara rendah, sedang teraniaya, dan sedang melalui masa-masa sulit, dia tengah dekat-dekatnya dengan Allah? Doa mereka begitu mudahnya terjawab dan terkabulkan. Subhanallah!

Jadi, titik terendah bukanlah sesuatu untuk dikeluhkan. Melainkan, untuk diintrospeksi dan disyukuri. Makanya, bagi Anda yang sedang berada di titik terendah, setulus hati saya mengucapkan, “Selamat! Anda mendapat tiket VIP untuk bersama Allah.”

By : Mara Adil

www memek com (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - September 26, 2010 at 3:26 pm

Categories: pecinta sedekah   Tags:

Bersedekah Lebih Besar Daripada Penghasilan

Saat kita masih sibuk berkutat membahas “sedikit asal ikhlas”, “tangan kanan memberi tangan kiri nggak boleh tahu”, dan lain lain bahasan yang malah nggak membuat kita bersedekah, ternyata justru banyak member yang bersedekah jauh lebih besar bahkan daripada penghasilannya sendiri rutin setiap bulan.!

Albert Einstein pernah mengatakan “Imajinasi itu lebih utama daripada ilmu pengetahuan” Ternyata kalau ingin bersedekah lebih besar, itu mutlak diperlukan imajinasi dan kreatifitas.

Coba kita lihat bersedekah cara biasa : Jumlahnya sedikit, biasanya tidak melibatkan banyak orang, tidak melibatkan kretivitas, imajinasi apalagi perasaan. Makanya buat kebanyakan orang, ide bersedekah besar, bersedekah banyak dan lebih besar dari pendapatan itu sangat sukar diterima apalagi dilaksanakan.

Kalau dipikir lebih dalam, kita saja pastilah mengharapkan rezeki yang besar dan banyak dari Allah, lalu, apakah pantas kalau kita menyedekahkan yang kecil dan sedikit ketika Allah memerintahkan kita untuk bersedekah?

Lalu, bagaimana caranya supaya dalam keadaan sempit kita tetap bisa bersedekah dalam jumlah banyak? Gampang, setelah kita bersedekah jangan lupa ajak juga teman teman dan orang lain untuk bersedekah. Nanti pahala sedekah orang yang kita ajak akan ikut dihitung sebagai pahala kita juga tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang tersebut.

Dan salah satu cara yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook atau jejaring informasi Twitter. Anda dapat bergabung dengan Komunitas Pencinta Sedekah dan mengundang teman-teman Anda di friendlist untuk bergabung. Percaya atau tidak, hanya dari Facebook saja, komunitas ini sudah mengumpulkan dan menyalurkan ratusan juta rupiah uang sedekah.
Jadi semakin banyak mengajak orang bersedekah, semakin besar pula potensi kita mendapat bagian dari sedekah orang yang kita ajak.

=====

Komunitas Pencinta Sedekah juga punya program mendirikan YEC (Young Entrepreneur Camp ) panti asuhan entrepreneur yang mendidik anak asuhnya menjadi wirausaha tangguh dan tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk tahap pertama sudah berdiri di serang-banten dan pekanbaru.
Untuk info lebih jelas silakan klik http://www.pencintasedekah.com/

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - August 16, 2010 at 7:48 am

Categories: pecinta sedekah   Tags:

Kunci – Kunci Pintu Rezeki

Sebab-sebab dilapangkannya rizki seorang hamba

1. Banyak memohon ampun / Istighfar / Shalat Taubat

Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (Nuh 10 – 12)

2. Menjaga diri di atas ketakwaan

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath Thalaaq : 2-3)

3. Bertawakal kepada Allah

Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizky. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad)

4. Menjaga kualitas ibadah

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”

5. Bersyukur atas nikmat-Nya

Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)

6. Istiqomah di atas agama

Allah berfirman, “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin : 16)

7. Menjaga shalat lima waktu

Allah berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa : 132)

8. Menyambung silaturahmi

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang senang Allah luaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)

9. Bersedekah dengan pemberian dari Allah

Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah, maka akun akan berinfaq kepadamu”

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.” (HR. Bukhari Muslim)

10. Bersedekah kepada penuntut ilmu

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa datang seorang lelaki kepada Rasulullah mengadukan saudaranya yang belajar kepada Rasulullah dan tidak bekerja, maka dijawab oleh Nabi, “Barangkali kamu mendapat rizky dikarenakan saudaramu.” (HR. Imam Ahmad)

11. Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah kalian itu mendapatkan rizky dan mendapatkan pertolongan kecuali kalau kalian berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah diantara kalian.” (HR. Imam Bukhari)

12. Menyambung ibadah haji dan umrah

Rasulullah bersabda, “Terus-meneruslah kalian menyambung antara pelaksanaan haji dan umrah, sebab kedua ibadah ini menggugurkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menggugurkan karat di besi”.

pinturezekitrans7 (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - August 6, 2010 at 7:34 am

Categories: pecinta sedekah   Tags:

Al Faatihah lagi yuk

Kalau saya tidak salah, al Faatihah itu sekitar 142 huruf (Bismillah dan huruf tasydidnya dihitung). Kalo kita bicara poin dengan bilangan pengali 10 (asumi setiap kebaikan dikali 10 kebaikan), maka poin membaca Surah al Faatihah itu sebanyak 1420. Itu kalo kita baca sendirian. Gimana kalo kita kumpulin anak-anak kita dan istri kita? Seisi rumah saya: Istri saya, Maemunah. Dan anak-anak saya: Wirda, Qumii, Kun, Haafidz. Jumlahnya minimal 5 orang, dengan saya jadi 6 orang. Jika saya minta semua baca al Faatihah, maka setiap orang akan dapat: 1420 x 6 = 8.520 poin. Poin ini adalah poin minimal. Sebab selain Rasulullah menjanjikan pahala 10 untuk setiap hurufnya, Rasulullah pun masih menjanjikan dikali ilaa sab’i mi-ati dhi’fin; dikali sampe 700x lipat. Kalo dikali 700x lipat, maka poin kebaikannya mencapai: 596.400 poin kebaikan. Untuk pekerjaan baca al Faatihah yang terbilang mudah, poin kebaikannya banyak banget. Itu belom lagi pahala-pahala yang lain. Di mana Al Faatihah adalah doa, puji-pujian, dan macam-macam lagi fadhilah membaca al Faatihah.

Apa maksudnya saya awali dengan hitung-hitungan poin?
Gini, saban hari Jum’at, adalah hari rayanya ummat Islam. Setiap Jum’at, seluruh laki-laki yang baligh lagi berakal, diwajibkan shalat Jum’at. Beruntunglah di Indonesia ada kebiasaan pengumuman-pengumuman dulu sebelomnya khotib naik mimbar. Di antara pengumuman biasanya imam/DKM masjid meminta kita-kita peserta shalat Jum’at untuk mendoakan si Fulan dan si Fulan, lalu meminta membacakan al Faatihah.

Nah, jika kita sepakati menyuruh anak-anak kita dan istri kita maka kita dapat pahalanya, dan bahkan semuanya dapat pahala juga, kiranya demikian pulalah yang terjadi jika kita meminta dibacakan al Faatihah jelang khotib naik mimbar khutbah. Sebanyak yang hadir dan sebanyak yang baca, sebanyak itu pula kita dapat perkalian poin kebaikannya. Subhaanallaah kan? Ada yang mau iseng ngitung? Coba aja. Apalagi kalo masjidnya masjid yang gede-gede, yang sekali Jum’atan bisa seribu, 5ribu atau bisa sampe 10ribu dan 100ribu jamaah macam Istiqlal. Widdiyyyy…. Subhaanallaaah dah banyaknya.
Dan mengajak (baca: meminta) jamaah Jum’atan membaca al Faatihah itu gampang. Cukup dekati DKM masjid. Bahkan cukup sms jika kenal dengan DKM nya. Lalu berilah sedikit kebaikan. Misalnya derma berapa gitu untuk masjid dan merbotnya. Habis itu minta dah dibacakan al Faatihah… InsyaAllah pasti dibacakan. Ga ada dermanya juga kalo minta didoakan mah, insyaAllah didoakan.

So, jangan lewatkan saban Jum’at, titip sedekah dan permintaan doa dan pembacaan al Faatihah lewat suara Imam atau DKM masjid. Dan segera dapatkan limpahan poin kebaikan yang ga kira-kira banyaknya. InsyaAllah poin-poin kebaikan ini “bisa ditukar” oleh Allah sebagai doa kita hingga ia menjadi kemudahan bagi setiap urusan kita, kesembuhan bagi penyakit kita, dan wasilah amal saleh yang baik sekali untuk pengabulan doa-doa kita. Yah, jika kita selama ini yang dikomandoi terus sama DKM agar membacakan al Faatihah dan doa untuk si Fulan dan si Fulan, sekarang sesekali boleh dong gantian yang mengomando jamaah semua lewat permintaan kita kepada imam/DKM masjid.

Salam, Yusuf Mansur.

nah dari hitung2an dan penjelasan ustad di atas.. kalo seandainya kita yang tergabung di group ini yang total nya lebih 10.000 kurang dikit lah..:D:D
membaca alfatihah..apalagi ditambah dengan mengajak keluarga dirumah.. wawww makin banyak deh ntu.. untuk semua kebaikan dan hajat yang kita niatkan.. tak terbayangkan berapa banyak angka2 yang dapat kita hitung,,, apalagi kalo tiap hari… waaww seminggu berapa ntu.. :D :D:D

alfatihah untuk saudara kita yang tertimpa musibah,, alfatihah untuk saudara kita yang sedang permohonan hajat,.. yang ingin punya anak di kasih anak yang sholeh, yang ingin jodoh di kasih jodoh terbaik dunia akhirat,, yang ingin ke mekah di kasih rejeki berlebih kemekah bisa bawa keluarga pula, yang usahanya lagi ngandet di kasih kemudahan, yang dalam menuntut ilmu di beri kemudahan dalam pemahaman dan penerapan ilmunya.. yang belum bisa sedekah jadi bisa sedekah..alfatihah untuk negeri ini…semoga allah selalu melindungi negeri ini.. dan lain2.. pokoke alfatihah untuk kebajikan kita semua..

selamat bersedekah
-pencinta sedekah-

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - July 31, 2010 at 7:24 am

Categories: pecinta sedekah   Tags:

Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat

FW dari Ust Ahmad
Pada pagi yang biasanya mendung itu, Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. “Pak, antar ke pasar yuk, sudah habis persediaan di rumah, Ibu masih ada sedikit uang, biar Allah saja yang mencukupkan”

Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, sudah enam bulan dan entah sampai kapan. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang-hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar, sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati.

Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu, semua asli ciptaan Allah. Sayur, daging, ikan pasti sulit cari yang palsu, aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya.

Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar:”Pak, uang kita tidak cukup membeli beras, masih terlalu mahal, mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan, kita pulang saja, cukup untuk hari ini”

Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras, percuma menggerutu hasil operasi pasar, mudahkanlah kami ya Allah”

Seminggu setelah itu, usai sholat Subuh, aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya setiap hari dengan tetangganya. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. Mereka pasti lebih sulit dari aku.

Menjelang waktu Dhuha, Istriku menelepon bank, mudah-mudahan sudah ada pembayaran, ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Istriku menangis karena merasa terdesak, kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu, dengan meminjam kembali ke Bank. Diawali sholat mutlak, kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang, aku punya sedikit keleluasaan berhutang, bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka, ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya.

Hari itu kami berhutang kembali, tidak lebih, hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan, kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. Hanya ada 1 rasa saat itu, lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain, mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.

Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1,5jam perjalanan, datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa, kembali hanya ada 1 rasa saat itu, lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain, mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.

Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank, Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat.

Allah Maha Pengatur. Terlambat satu hari, denda dan bunga bank cukup menyakitkan. Lebih cepat satu hari, rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Ternyata rejeki tidak hanya uang, tetapi momen, kesehatan, keselamatan, kejernihan hati dan fikiran, kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki.

Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. Maha Suci Allah, kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. Sedangkan harta yang katanya milik kita, sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - July 17, 2010 at 1:43 am

Categories: pecinta sedekah   Tags:

Next Page »