Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Seorang Suami Memotong Hidung dan Bibir Istrinya Sendiri
Umumnya sebuah pernikahan merupakan hal yang dijalani oleh sepasang suami istri dengan rasa cinta dan kasih sayang antara satu sama lain. Hukum pernikahan membuat laki-laki dan perempuan menjadi terikat dalam satu ikatan yang resmi secara agama dan hukum negara. Namun apa yang akan terjadi bila sebuah pernikahan sudah dikotori dengan sebuah kesalahan yang datang dari pasangannya sendiri. Saat ini banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimbulkan luka fisik maupun fisik pasangannya. Seperti halnya kekerasan dalam rumah tangga keluarga yaitu melukai istri atau suami sendiri sehingga menyebabkan sakit fisik dan mental pada korban tersebut. kekerasan dalam rumah tangga kerap kali menjadi pemicu adanya permasalahan dalam hubungan suami istri. Seperti pada artikel sebelumnya seorang suami minum darah istrinya sendiri.

Kekerasan dalam rumah tangga ini terjadi pada salah satu rumah tangga yang menetap di Pakistan. Ghulam Qadir ia merupakan sang suami dan Salma Bibi adalah seorang istri yang tidak lain korban dari kejahatan suami. Qadir tega melukai sang istri dengan tangannya sendiri menggunakan sebuah pisau cukur untuk memotong bagian wajah yakni hidung dan bibir. Bahkan tidak hanya itu ia juga memukul dan mengikat tangan dan kaki sang istri dengan tali. Menurut salam menjelaskan bahwa suaminya menampar wajahnya sampai berulang-ulang kemudian ia masuk kamar dan keluar dengan membawa pisau cukur tajam, kemudian ia segera mengikat tangan dan kaki saya dengan tali lalu memotong bibi dan hidung sang istri.
Pada 18 Desember 2012 tepat peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini terjadi. Pemicu tragedi dalam rumah tangga pasangan suami istri yang bertempat tinggal di desa, Karkana sebelah barat daya provinsi Baluchistan yakni istrinya lebih memilih dan menghabiskan waktu bersama dengan orangtuanya. Ghulam Qadir yang berusia lebih tua dari Salma mengaku melakukan semua itu hanya karena faktor cemburu terhadap istri yang lebih mempedulikan orangtua istrinya daripada hanya pada istrinya.
Dalam hal ini Salma yang saat ini masih berusia belia yakni 17 tahun dan Qadir yang berumur 22 tahun mengaku bahwa sudah berumah tangga selama satu tahun lamanya. Seperti yang diberitakan sebuah kantor berita oleh Sdyney Morning Herald, pada Selasa 20 Desember 2012, bahwa Salma harus tengah menjalankan perawatan di sebuah Rumah Sakit Nishtar, Multan.
Menurut kepercayaan di Pakistan yakni masalah rumah tangga dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya sendiri maka akan menjadi aib tersendiri bagi keluarga tersebut. Seperti sebuah kasus yang terjadi di Pakistan bahwa tidak sedikit kaum wanita yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga sampai ada yang dibunuh tanpa jelas alasan pembunuhan itu tejadi. Meskipun di Pakistan korban kekerasan dalam rumah tangga tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara yang teraniya karena ulah seseorang. Namun Salma akan tetap mengurus masalah ini sampai ke pengadilan. Salma menuntut bahwa suaminya diberikan keadilan yang seadil-adilnya.
Hal ini terjadi lantaran sudah banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga di Pakistan yang tanpa ada hasil. Menurut Salma ia akan memperjuangkan keadilan yang sebesar-besarnya untuk dirinya sendiri. Menurut tersangka Ghulam dirinya melakukan semua itu atas dasar tidak terima bila istrinya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan keluarganya sendiri.
sumber
Categories: Aneh Tags: Bibir, Dalam, Hidung, Istrinya, Kekerasan, Memotong, Rumah, Sendiri, Seorang, Suami, Tangga
Alat untuk Memancungkan Hidung
Wah kabar baik bagi anda yang punya hidung mancung ke dalam karena ada cara yang lebih murah dibandingkan harus melakukan operasi plastik.
Beauty Lift High Nose adalah sebuah alat yang katanya bisa membuat hidung anda menjadi mancung dengan bantuan tambahan berupa alat getar (vibrator) di dalamnya.
Tidak ada keterangan seberapa mancung hidung anda tetapi dengan harga US$ 83 (sekitar Rp. 800.000) sepertinya layak dicoba karena pastinya lebih murah dibandingkan operasi plastik.
Categories: Unik Tags: Alat, Hidung, Memancungkan, untuk
Guru Lempar Buku ke Murid Hingga Patah Tulang Hidung Berakhir Damai
Kasus pelajar kelas IX SMP Ma’arif 2 Sirau, Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, Indri Septiana (14) dilempar buku oleh gurunya, IG berakhir damai. Pihak keluarga Indri memilih penyelesaian secara kekeluargaan.
“Diselesaikan secara kekeluargaan,” kata ibu Indri, Sutihat saat dihubungi wartawan, Sabtu, (28/1/2012).
Keluarga Indri tidak mau memperlarut masalah dengan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Bagi keluarga Indri, yang terpenting IG mau minta maaf dan menanggung biaya pengobatan hidung Indri.
“Yang penting biaya berobat ditanggung dia. Tidak perlu lah sampai jalur hukum. Secara kekeluargaan saja,” beber Sutihat.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, (14/1) saat Indri dipanggil IG usai jam sekolah. Waktu itu pukul 11.30 WIB, Indri dipanggil ke ruangan IG. Sesampainya di ruangan langsung dilempar pakai buku yang tebal dan kena hidung.
Lantas, sore harinya, IG mengantarkan pulang Indri ke rumah orang tuanya di Sumpiuh. Saat diantarkan, muka Indri dalam keadaan lebam serta darah yang terus keluar dari hidungnya. Sutihat kemudian membawa ke RS Banyumas untuk diobati. Hingga akhirnya harus menjalani operasi tulang hidung.
sumber
10 Hidung Paling Terkenal DI Dunia
1. Rudolf I Of Hasburg (Raja Jerman dan Kaisar Roma, 1218-1291)
Menurut salah satu ahli anatomi sejarah, Rudolf I memiliki “hidung yang sedemikian besarnya, sehingga tidak ada artis yang bisa menggambarkannya dengan ukuran yang pas dan sebenarnya” Oleh karena itu fotonya kita dapat dari patungnya…
2. Michelangelo (Seniman Itali, 1475-1564)
Hidungnya begitu parahnya sampai menempel di wajahnya, sampai salah satu ahli sejarah mengatakan bahwa,” dahinya bahkan hampir lebih maju daripada hidungnya.” Di masa mudanya, Michaelangelo menggoda pelukis Pietro Torrigiano pada saat Pietro sedang belajar senidi salah satu gereja. Pietro marah dan akhirnya menghadapi Michaelangelo dan dalam kata Pietro digambarkan bahwa “memukul hidung Michaelangelo sehingga saya merasa bahwa hidung dan tulang lunaknya remuk dibawah kepalan saya seperti remuknya wafer kering. Jadi seumur hidup dia akan mendapat tanda dari saya.”
3. Matthew Parker (Pendeta dari Inggris, 1504-1575)
Namanya tercatat sebagai “Nosey” Parker, orang yang suka mengendus mengenai kehidupan orang lain. Parker adalah Uskup di Canterbury pada saat Ratu Elizabeth I memerintah. Walaupun ia tampak pemalu dan sederhana, ia sangat ribeut jika berurusan dengan masalah gereja, dan musuhnya menjulukinya “Nosey” parker..
4. TYCHO BRAHE (Ahli Astronomi Denmark, 1546-1601)
Pada saat ia berkelahi dengan pedang, ujung hidungnya terpotong, dan ia menggantikannya dengan emas
5. Cyrano De Bergerac (Novelis dan Penulis Puisi Prancis, 1619-1655)
Ia orang yang benar-benar hidup, bukan sekedar tokoh rekaan dalam dunia sandiwara atau teater. Diberitakan ia telah melalui lebih dair 1.000 duel hanya karena orang menghina hidungnya yang luar biasa ukurannya.
6. Thomas Wedder (Salah Satu dari sekian Freak Show di Inggris, 1700-an)
Ia memiliki hidung terpanjang yang pernah dikenal dalam sejarah. Panjangnya sampai 7,5 inci (sekitar 12 cm). Ia ikut dalam pertunjukkan disekeliling Inggris, dan ia dikenal memiliki keterbelakangan mental. Foto ini adalah patung lilin yang dibuat untuk mengenangnya.
7. JOSEF MYSLIVECEK (Komposer dari Chech, 1737-1781)
Dijuluki “Sang Bohemian”, opera buatannya yang terkenal antara lain adalah Armida dan Il Bellerofonte, dan juga terkenal karena tidak memliki hidung. Pada 1777, ia menderita penyakit dan datang ke dokter murahan yang mengatakan bahwa satu-satunya cara agar penyakitnya bisa sembuh adalah dengan membuangnya. Jadi ia mengikutinya. Di foto tampak hidungnya masih terpasang sih…
8. Kate Elder, alias Fisher (Pemilik Rumah Bordil di Amerika, 1870-an)
Di Wild West, ia terkenal sebagai “Big Nose” Kate, Kate “Hidung Besar.” Hidungnya adalah varietas yang bundar dan besar. Ia menjalankan rumah bordil dengan reputasi buruk di Dodge City, Kansas.
9. Jimmy “Schnozzola” Durante (Pelawak Serba Bisa dari American, 1893-an)
Ia menggunakan ukuran “barang”nya yang luar biasa untuk menjadi perhatian di semua bisnis pertunjukan baik di panggung, layar lebar maupun televisi. Benar-benar orang yang mampu memanfaatkan kelebihannya..
10. Albert Weber (Analis organoleptik dari Amerika, 1905-an)
Satu2nya yang fotonya tidak berhasil ane temukan. Omong-omong, organoleptik itu apa? Organoleptik adalah cara mengidentifikasi barang dari baunya, jadi hidungnya adalah sumber penghasilannya, mirip seperti Jimmy Durante. Albert bekerja bagi FDA (Badan POM Amerika) dan sudah 30 tahun berada di posisinya, bahkan ia memiliki 12 murid yang belajar dibawahnya untuk mengidentifikasi barang busuk hanya dengan membaunya.
sumber: http://anehbinunik.blogspot.com/2010/02/10-hidung-paling-terkenal-di-dunia.html
Strategi dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang dan Om-om

“Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru? Bisa ketinggalan kita,” kata Ratna,17, (bukan nama sebenarnya), cewek ABG kormod alias korban mode.
Upaya memenuhi keinginannya itu, Ratna rela jadi pelacur amatir. Pusat perbelanjaan dijadikan sebagai ajang bergaul sekaligus meraup rupiah dari lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Mejeng di mal sambil mencari mangsa.
Terhadap ABG kelompok ini, pria iseng cukup bermodal Rp100 ribu, bisa kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah badan.
Sepak-terjang ABG yang menjajakan diri ini bisa ditemui di sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota. Ironisnya, mereka rata-rata berstatus pelajar, ada juga mahasiswi.
Alasan mereka kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah. ABG bangor beroperasi di mal tak cuma malam hari, tapi banyak pula dijumpai nongkrong siang bolong menjajakan diri.
Mereka ada yang dijuluki cewek parkir lantaran mangkalnya di tempat parkir, ada pula mangkal di pusat jajan makananan (food court), ada juga yang mencari sasaran di depan gedung bioskop. Pekcun alias perek culun, begitulah julukan yang sering dilontarkan publik terhadap mereka.
Lebih Agresif
Dari pantauan sebuah koran Jakarta, di mal pada kawasan Kalibata misalnya, ada sekitar 30 cewek ABG mencari mangsa tersebar di ruang tunggu bioskop, food court dan tempat parkir. Pemandangan serupa dapat dipantau pada pusat perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Senen serta pusat perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Rawamangun.
Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja. Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira cewek mal cari mangsa.
Mengenakan celana jins model pensil, kaos lengan pendek, blus model baby dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan sebagai pelacur.
Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG pelacur dengan ABG baik-baik. ABG pelacur tampil centil, genit, agresif, berani menggoda lelaki meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.
Sasaran mereka, selain pria yang biasa dijuluki brondong juga lelaki setengah baya alias om-om parlente dan tajir alias berkantong tebal.
“Nih brondong keren euy. Tapi keren-keren gitu namanya Parto lho, atau Gino kali ya?” celetuk satu cewek ABG di depan bioskop yang disambut tawa cekikikan dua teman lainnya.
Bagi pria yang masuk perangkap, kencan pun dimulai. Obrolan mereka nyambung dan langsung akrab.
Sama halnya di food court, cara mereka menarik perhatian lelaki dengan kerlingan mata atau membuat canda berlebihan. “Meskipun cuma dibayarin makan aja, gak apa-apalah, lumayan juga,” kata Ratna, yang mengaku dirinya dan bersama geng kerap mangkal di satu mal kawasan Kalibata.
Lain lagi dengan cewek parkir, tampilannya berlagak menunggu teman. Padahal mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang diincar.
Layanan Close Up
Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal. Target lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan enak.
Tarif mereka terbilang murah antara Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu. Pelaku prostitusi terselubung ini memberi pelayanan dari pinggang ke atas. Istilah mereka close up.
Pelayanan colse up berlangsung singkat. Tempatnya di dalam gedung bioskop sambil nonton film. Lelaki iseng leluasan menggerayangi tubuh ABG selama pemutaran film berlangsung. Kencan bisa juga dilakukan di dalam mobil yang sedang diparkir.
Bila mau pelayanan lebih, harus tambah ongkos minimal Rp300 ribu untuk di-booking ke hotel. Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak shoping.
“Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar) kita belanja-belanja dulu,” cerita Ririn, ABG lainnya.
Bagi lelaki pemburu ABG di mal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.
Mau mencari cewek parkir dimal? Mereka biasa mejeng sekitar Pk. 19:00 saat pengunjung banyak yang mulai meninggalkan mal. Operasi pekcun kelompok ini cukup rapih. Mereka tak hanya mejeng di area parkir, tapi kadang bersembunyi di tempat tertentu.
Untuk bisa menemui mereka, lebih dulu ketemu juru parkir (jukir) nyambi sebagai germo. Jukir yang nyambi ini kemudian mengontak mereka. Pekcun beroperasi di arena parkir, geliatnya lebih profesional ketimbang yang mangkal di sekitar bioskop atau di food court.
Tentu saja si tukang parkir mendapat jatah dari cewek yang dapat tamu. Setiap kali dapat tamu, si cewek memberi upah Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
Tak hanya tukang parkir yang kecipratan uang. Kalangan preman pun mendapat jatah uang perlindungan. “Kalau mau aman, ya kita bagi juga mereka, sekedar buat beli rokok,” ucap Siska, 19, cewek parkir, sambil menyebut nilai minimal Rp20 ribu untuk jatah preman.
Preman ini bukan tanpa jasa. Kerja mereka menghubungi si pekcun bila ada razia petugas. “Tugas mereka harus cepet-cepet kasih tau kita kalau ada petugas,” ungkap Lina, 17, dara yang mengaku pelajar satu SMA di Jaksel.
Dalam satu minggu, pekcun mengantongi uang antara Rp200 ribu Rp400 ribu. Mereka mengaku tak ada germo yang mengkoordinir secara khusus.
Beberapa tahun silam, aparat merazia puluhan ABG dirazia di mal kawasan Kalibata. Terbukti keberadaan mereka dikoordinir seorang cewek yang bertindak sebagai germo.
Fenomena ABG jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup metropolis, tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orangtua.
Butuh duit buat jajan
SISKA begitu ia biasa dipanggil. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku menjadi ‘penjudi’ (penjual diri) karena ingin seperti kawan-kawannya yang hidup berkelimang kemewahan. Tapi dia sadar, kalau keinginannya untuk seperti itu tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidupnya serba pas-pasan.
“Jangankan untuk membeli pakaian yang harganya cukup mahal, untuk belanja sehari-hari aja kurang,”kata gadis yang mengaku masih sekolah di SLTA dibilangan Jakarta Selatan tersebut.
Dengan ketiadaannya itu, ABG (anak baru gede) yang satu ini terpaksa mejeng dan menjual diri di mal. Tujuannya hanya satu, dapat nonton dan menemani om-om yang berkantong tebal. Gadis mungil berkulit putih itu pun hampir tiga kali dalam satu minggu nongkrong di pusat perbelanjaan dibilangan Kalibata, Jakarta Selatan.
Kebutuhan hidup
Sepintas orang tidak akan menyangka kalau perempuan yang mengaku baru berumur 15 tahun itu menjual diri demi memenuhi kebutuhannya hidup yang mewah. Sebenarnya Siska malu. Apalagi jika bertemu dengan teman atau tetangga rumahnya. “Habis gimana Bang, jika nggak begini saya tidak punya duit jajan yang cukup. Uang yang dikasih orang tua tak cukup,” kata Siska yang mengaku tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakpus.
Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku bapaknya hanyalah buruh pabrik di kawasan Bekasi dengan gaji yang sangat pas-pasan. Hidup serba kekurangan, sementara teman sebayanya hidup serba berkecukupan. Iri ingin seperti teman – temanya membuatnya mengambil jalan pintas.
Berbekal tubuh yang seksi, dia terpaksa terjun ke dalam bisnis “esek- esek”. “Pertama-tama saya melakukannya sempat gemeter dan takut akan ketahuan orang, tapi kini sudah terbiasa, ” katanya seraya menambahkan sekali kencan, dia pasang tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000.
Kesepian di rumah
Lain lagi dengan Lia. Kebiasaan nongkrong di bioskop itu karena merasa kesepian di rumah setelah kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya masing-masing. Hampir setiap pulang sekolah gadis itu menyempatkan diri datang ke bioskop yang berada di kawasan Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Di tempat itu, ABG ini mengaku banyak teman bukan hanya sesama pelajar seusianya, tapi om-om yang suka mencari daun muda.
“Saya sering diajak nonton sama om-om dan brondong. Saya nggak pernah pasang tarif, berapa pun dia mengasih pasti saya terima,”ujar Lia sambil menambahkan setiap diajak nonton dirinya di kasih uang Rp 100 ribu hingga 200 ribu.
Lia mengaku setiap hari selalu membawa baju dan celana ganti. ” Kalau pakai seragam sekolah dilarang satpam masuk ke mal. Saya bawa ganti untuk mengelabuhi petugas keamanan,” tambah gadis yang mengaku tinggal di daerah kawasan elite Kelapa Gading, Jakut.
Lia nongkrong di mal bukan semata mencari uang, tapi yang utama kesenangan. Tak heran jika ada pria yang cocok dengannya, tanpa dikasih uang pun nggak apa-apa. Tapi kalau tidak sesuai dengan kehendak hatinya, dibayar berapa pun akan ditolaknya. “Kalau cocok, cepek ceng (Rp 100.000) bersih, kita sikat aja Mas,” kata Lia sambil tertawa lepas.
Jika sudah transaksi, kencan berlanjut di hotel-hotel transit tak jauh dari lokasi. Tapi kadang-kadang Lia tak segan menolak tunge, istilah mereka untuk hubungan intim, kalau pelanggannya itu tak royal membelikan makanan dan rokok.
Susan lain lagi. Kebiasaan nongkrong di mal setelah beberapa kali diajak teman sekolahnya mejeng di pusat pembelanjaan tersebut. Awalnya, dia takut dicap cewek yang nggak benar, tapi lama-lama mengaku terbiasa bahkan ketagihan.
“Berani berkenalan dan mau diajak jalan sama om-om setelah beberapa kali ditemani teman saya. Semula saya malu-malu, tapi karena duit yang saya dapat banyak akhirnya keterusan deh,”ungkap ABG yang mengaku tinggal di daerah Rawamangun, Jaktim tersebut.
Nah, itulah fenomena yang terjadi saat ini tentang ABG jaman sekarang
sumber









