Posts tagged "Made"

Wow! RI Bakal Punya iPhone Made In Cikande

Jakarta – Realisasi rencana investasi pabrikan pembuat iPad dan iPhone Foxconn Technology Group asal Taiwan makin menemui titik terang. Oktober tahun ini rencananya pabrik Foxconn akan mulai dibangun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat acara buka puasa bersama di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (14/8/2012).

“Oktober 2012 bangunan sudah siap. Tinggal mengisi mesin. Itu ada di kawasan industri, mereka mau ambil alih untuk rekonfigurasi,” kata Gita.

Gita menjelaskan, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Faxconn Technology Group dan menghasilkan perkembangan yang menggembirakan. Gita mengatakan, pada akhir Desember 2012 pabrik pertama Foxconn sudah berdiri di Indonesia.

“Bagus, tadi kita ketemu. Mereka sudah kirim tim yang besar sekali dan sudah berkunjung beberapa sekali. Dia akan memproduksi 3 juta handset per tahun dengan fasilitas pertama diselesaikan 25 Desember 2012,” ungkap Gita.

Gita menjelaskan, pembangunan pabrik pada tahap pertama akan dilakukan di kawasan industri Cikande, Serang, Banten pada Oktober 2012. Kawasan industri ini akan menyerupai Silicon Valley di AS.

Diakui Gita, pabrikan yang membuat peralatan bertekologi canggih ini bisa menghasilkan iPhone buatan Cikande. “Mereka bisa buat iPhone made in Cikande,” tutup Gita.

Seperti diketahui, Foxconn Technology Group adalah perusahaan manufaktur yang berasal dari Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merk terkenal seperti Apple dan Nokia.
sumber

Jangan lupa di like dan Follow Twitter | @osserem

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - August 14, 2012 at 11:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , , , ,

Dibuat di Indonesia, Tapi Made in Malaysia

http://belajarblogger.info/wp-content/plugins/WPRobot3.24/images/1e0fe__728x90.gif.jpg

Warga di Dusun Pareh, Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melestarikan budaya kearifan lokal berupa anyaman tikar berbahan pelepah bemban atau semacam daun pandan. 
Hasil anyaman itu dijual ke Pasar Biawak, Malaysia. Warga Pareh memilih menjual ke Malaysia karena hanya berjarak 15 kilometer dari kampung mereka. 
Ibukota Kecamatan pun lebih jauh, harus ditempuh dengan empat jam perjalanan menyusuri sungai dengan perahu. Selain lebih dekat, Salbiah (55) yang menekuni keterampilan warisan ibunya ini sejak usia 15 tahun menyatakan harga yang didapat dari Malaysia juga lebih baik. Anyaman tikar ini biasa dijual Rp 150 ribu per unit di Malaysia. 
Namun untuk bisa masuk ke Malaysia, selalu ada yang meminta pungutan keamanan. Salbiah lalu menjual anyaman itu pada seorang bandar, yang kemudian memberi merek Malaysia pada anyaman itu. “Ya, boleh dikatakan diklaimlah anyaman kita itu sama Malaysia, mau diapakan coba,” kata Salbiah.

Anyaman ini pun sebenarnya mulai langka. Selain hanya ditekuni orang tua, bahan baku pun semakin sulit diperoleh. Desi (45), seorang warga lainnya, mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan baku pelepah bemban karena lahan tumbuhnya dibabat untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit. Desi dan Salbiah merupakan dua di antara 100-an kepala keluarga di kampung Pareh yang hidup rukun menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. 
Namun, meski meski berbahasa Indonesia dengan baik, warga Pareh tak menikmati sajian informasi berita dan hiburan Indonesia. Lokasi kampung mereka yang dekat dengan Malaysia membuat siaran radio dan televisi yang mereka nikmati adalah dari Malaysia. Konsekuensinya, mereka lebih mengetahui berita negeri jiran itu dibanding perkembangan ekonomi-politik negeri sendiri. 
Kondisi yang terisolir juga membuat kebutuhan bahan pokok mereka lebih banyak diperoleh dari kawasan Malaysia. Gas elpiji, mie instan, gula dan sejenisnya diperoleh dari Malaysia. Sementara saluran listrik dan air bersih belum ada. Untuk keperluan sehari hari menggunakan air sungai di desa tersebut. Untuk transportasi, mereka memakai akses darat dan sungai. Di Dusun Pareh terdapat fasilitas pendidikan yaitu sekolah dasar.
 Namun jika hujan turun, sekolah pun libur karena lokasinya dekat sungai. Masyarakat sudah berkali–kali mengadu ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk memperbaiki situasi ini namun belum terealisasi. Sebenarnya jalan lintas Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Jagoi Babang dengan Malaysia segera dibangun untuk membuka keterisoiasian. Sebuah akses jalan tembus sudah ada namun kondisi jalan rusak parah, banyak lubang besar. Di sekitar jalan itu sudah tak ada lagi hutan karena sudah habis dibabat, hanya tinggal tunas saja.

sumber

Situs bola terbaru tentang Berita bola dan Prediksi Bola : www.lintasgol.com 

Jangan lupa di like…

@osserem Follow juga ya….

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin @ BelajarBlogger.Info - June 17, 2012 at 8:52 pm

Categories: Aneh   Tags: , , , ,